It's Me

Herlambang,seorang yang terlahir di sebuah desa kecil yang bercita-cita untuk menjadi orang yang besar, sukses, rendah hati dan tetap beriman. Alhamdulillah, sampai dengan saat ini Allah masih memberikan umur untukku yang InsyaAllah setiap detik,menit akan kulalui dengan penuh usaha yang tidak sia-sia. Saya mungkin tidak lebih baik dari anda tapi saya punya semangat yang selalu terbarukan untuk meraih mimpi saya kelak

My beloved parents

Saya tanpa mereka bukan apa-apa, sebisa mungkin saya akan tetap memberikan yang terbaik

My beloved niece and nephew

Ki-ka(Sarah, Septa, Nisa)

Sinfony champion of futsal in our school

Belakang ki-ka(Jip), 2 dari belakang ki-ka(Pram, Tomo, Rega), 2 dari depan ki-ka(Ovi, Tabah Sam, Denta, Lambang), depan ki-ka(Dimas, Rizal)

Glory

Sebuah perayaan atas kemenangan futsal untuk kedua kalinya, thanks Sinfony

Tampilkan postingan dengan label Kata Mutiara Pahlawan Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Mutiara Pahlawan Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2012

Pesan Perjuangan: Kata Mutiara Pahlawan Nasional

Menyimak pesan dari para Pahlawan Nasional, terlihat jelas patriotisme yakni berjuang semata-mata demi bangsa dan tanah air. Sungguh suatu teladan luhur yang kini langka ditemukan. Inilah pesan 8 Pahlawan Nasional, antara lain Nyi Ageng Serang, Jenderal Sudirman, Moh. Yamin, Supriadi, Abdul Muis, dll. untuk anak negeri.

1. Pesan Nyi Ageng Serang
Untuk keamanan dan kesentausaan jiwa, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, orang yang mendekatkan diri kepada Tuhan tidak akan terperosok hidupnya, dan tidak akan takut menghadapi cobaan hidup, karena Tuhan akan selalu menuntun dan melimpahkan anugerah yang tidak ternilai harganya.
Disampaikan pada
saat Nyi Ageng Serang mendengarkan keluhan keprihatinan para pengikut/rakyat, akibat perlakuan kaum penjajah.

2. Pesan Jenderal Sudirman
Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah. Saya akan meneruskan perjuangan. Met of zonder Pemerintah TNI akan berjuang terus.
Disampaikan pada
jam-jam terakhir sebelum jatuhnya Yogyakarta dan Jenderal Sudirman dalam keadaan sakit, ketika menjawab pernyataan Presiden yang menasihatinya supaya tetap tinggal di kota untuk dirawat sakitnya.

3. Pesan Prof. Dr. R. Soeharso
Right or wrong my country, lebih-lebih kalau kita tahu, Negara kita dalam keadaan bobrok, maka justru itu pula kita wajib memperbaikinya.
Pernyataan Prof. Dr. R. Soeharso
sebagai seorang nasionalis dan patriot.

4. Pesan Prof. Moh. Yamin, S.H.
Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.
Disampaikan pada
Kongres II di Jakarta tanggal 27-28 Oktober 1928 yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, dimana ia menjabat sebagai sekretaris.

5. Pesan Supriadi
Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan, ataupun gaji yang tinggi.
Disampaikan pada
saat Supriadi memimpin pertemuan rahasia yang dihadiri beberapa anggota Peta untuk melakukan pemberontakan melawan pemerintah Jepang

6. Pesan Teuku Nyak Arif
Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama.
Disampaikan pada
Pidato bulan Maret 1945, dimana Teuku Nyak Arif menjadi Wakil Ketua DPR seluruh Sumatera

7. Pesan Abdul Muis
Jika orang lain bisa, saya juga bisa, mengapa pemuda-pemuda kita tidak bisa jika memang mau berjuang.
Disampaikan saat
menceritakan pengalamannya di luar negeri kepada para pemuda di Sulawesi, ketika Abdul Muis melakukan kunjungan ke Sulawesi sebagai anggota Volksraad dan wakil Serikat Islam.

8. Pesan Pangeran Sambernyowo/KGPAA Mangkunegoro I
Rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki), Wajib melu hangrungkebi (wajib ikut mempertahankan), Mulat sario hangroso wani (mawas diri dan berani bertanggung jawab)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites