Minggu, 25 Maret 2012

Laporan Praktikum Biologi Uji Zat Pada Makanan





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Zat makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin. Makanan yang kita kana dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan oleh tubuh kita sebagai sumber energi, pertumbuhan dan untuk menjaga kesehatan. Kita memerlukan makanan dalam jumlah yang tepat dan mengandung zat-zat nutrisi yang lengkap seperti karbohidrat, protein,, lemak, vitamin, mineral dan air.
            Kekurangan salah satu atau lebih dari zat makanan di atas dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam tubuh seperti kurang gizi, dan menyebabkan berbagai macam penyakit seperti tulang rapuh, meningkatnya asam lambung dikarenakan tidak adanya makanan yang diproses didalam lambung, penyakit kekuningan, gondokan dikarenakan kekurangan zat yodium (garam-garaman), malnutrisi (gangguan kesehatan gizi/ketidak seimbangan gizi dalam tubuh) dan lain-lain. Sebaliknya, kelebihan zat makanan juga tidak baik bagi kesehatan, seperti malnutrisi, yang dapat disebabkan oleh kekurangan maupun kelebihan satu atau lebih mutrien (zat makanan) esensial.
B.    Rumusan Masalah
Setelah mengetahui latar belakang laporan percobaan ini saya dapat merumuskan suatu masalah sebagai berikut :
1        Makanan apa saja yang mengandung Protein, glukosa, amilum dan lemak?
2        Apakan ada jenis makanan yang mengandung dua atau lebih jenis zat?

C.    Tujuan Percobaan
Laporan penelitian kali ini bertujuan untuk :
1.      Mengetahui jenis zat-zat yang terkandung dalam bahan makanan yang akan di uji.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


1.      Karbohidrat
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang.
Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin.
Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

2.      Amilum
Pati atau amilum (CAS# 9005-25-8) adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi. Penjelasan untuk gejala ini belum pernah bisa tuntas dijelaskan.

3.      Gula (Glukosa)
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak.
Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

4.      Protein
Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.
Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.
Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof).


5.      Lemak
Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair.
6.      Garam-Garam Mineral
- Kalsium (Ca)
Untuk membentuk matriks tulang, membantu proses penggumpalan darah dan mempengaruhi penerimaan rangsang oleh saraf. Kebutuhannya adalah 0,8 g/hari.
- Fosfor (P)
Untuk membentuk matriks tulang, diperlukan dalam pembelahan sel, pada pengurutan otot, metabolisme zat. Kebutuhannya adalah 1 mg/hari.
- Besi (Fe)
Merupakan komponen penting sitokrom (enzim pernafasan), komponen penyusun Hemoglobin. Kebutuhannya adalah 15 - 30 mg/hari.
- Fluor (F)
Untuk menguatkan geligi.
- lodium (I)
Komponen penting dalam hormon pertumbuhan (Tiroksin), kekurangan unsur tersebut dapat terjadi sebelum atau sesudah pertumbuhan berhenti
- Natrium & Klor (NaCl)
Untuk pembentukan asam klorida (HCl). Kebutuhannya adalah 1 g/hari.
7.      Vitamin
Diperlukan dalam jumlah yang sangat kecil, tidak menghasilkan energi. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan Penyakit Defisiensi.
Vitamin Yang Larut Dalam Air (Water Soluble Vitamins)
-
B1 (Aneurin = Thiamin)
Untuk mempengaruhi absorbsi lemak dalam usus. Defisiensinya menyebabkan Beri-Beri dan Neuritis.
-
B2 (Riboflavin = Laktoflavin)
Transmisi rangsang sinar ke mata. Defisiensinya akan mengakibatkan Katarak, Keilosis.
-
Asam Nikotin (Niasin)
Proses pertumbuhan, perbanyakan sel dan anti pelagra. Defisiensi akan menyebabkan Pelagra dengan gejala 3 D: Dermatitis, Diare, Dimensia.
-
B6 (Piridoksin = Adermin)
Untuk pergerakan peristaltik usus. Defisiensi akan menyebabkan Kontipasi (Sembelit).
Asam Pantotenat
Defisiensi akan menyebabkan Dermatitis
PABA (Para Amino Asam Benzoat)
Untuk mencegah timbulnya uban
Kolin
Defisiensi akan menimbulkan timbunan lemak pada hati.
Biotin (Vitamin H)
Defisiensi akan menimbulkan gangguan kulit
Asam Folat
Defisiensi akan menimbulkan Anemia defisiensi asam folat.
B12 (Sianokobalamin)
Defisiensi akan menimbulkan Anemia Pernisiosa
Vitamin C (Asam Askorbinat)
Berfungsi dalam pembentukan sel, pembuatan trombosit. Defisiensi akan menimbulkan pendarahan gusi, karies gigi, pendarahan di bawah kulit. Pada jeruk selain vitamin C ditemukan pula zat Sitrin dan Rutin yang mampu menghentikan pendarahan. Zat tersebut ditemukan olelj Sant-Gyorgi disebut pula Vitamin P.
Vitamin Yang Larut Dalam Lemak (Lipid Soluble Vitamins)
-
Vitamin A (Aseroftol)
Berfungsi dalam pertumbuhan sel epitel, mengatur rangsang sinar pada saraf mata. Defisiensi awal akan menimbulkan gejala Hemeralopia (rabun senja) dan Frinoderma (kulit bersisik). Kemudian pada mata akan timbul Bercak Bitot setelah itu mata akan mengering (Xeroftalmia) akhirnya mata akan hancur (Keratomalasi).
-
Vitamin D
Mengatur kadar kapur dan fosfor, (Kalsiferol = Ergosterol) memperlancar proses Osifikasi. Defisiensi akan menimbulkan Rakhitis. Ditemukan oleh McCollum, Hesz dan Sherman.
-
Vitamin E (Tokoferol)
Berperan dalam meningkatkan Fertilitas.
-
Vitamin K (Anti Hemoragi)
Ditemukan oleh Dam dan Schonheydcr. Berfungsi dalam pembentukan protrombin. Dibuat dalam kolon dengan bantuan bakteri Escherichia coli
























BAB III
METODE PENELITIAN

A.   Alat dan bahan

·         Alat
a.       Tabung reaksi
b.      Rak tabung reaksi
c.       Spiritus (pemanas/pembakar)
d.      Penjepit tabung reaksi
e.       Kertas buram

·         Bahan
a.       Tahu
b.      Pisang
c.       Roti tawar
d.      Telur (putih telur)
e.       Telur (kuning telur)
f.       Gula pasir


B.   Cara kerja

Sebelum percobaan dilaksanakan, semua jenis makanan yang akan diuji dilembutkan terlebih dahulu dengan menggunakan blender atau di gerus

1.      Uji Protein
a.       Sediakan tabung reaksi dengan jumlah sebanyak makanan yang akan diuji dan isilah tiap tabung dengan bahan makanan yang akan di uji dan kemudian diberi label dan taruh pada rak.
b.      Tetesi dengan empat tetes larutan Biuret kedalam tiap tabung reaksi dan amati perubahan warna yang terjadi.
c.       Kocok tabung teaksi sehingga tercampur rata, amati perubahan warna yang terjadi.
d.      Catatlah dalam tabel pengamatan.
e.       Jenis makanan apakah yang menunjukan perubahan warna? (bahan makanan yang terkandung Protein akan berwarna ungu).




2.      Uji Glukosa
a.       Sediakan tabung reaksi dengan jumlah sebanyak bahan makanan yang akan diuji, kemudian beri label dan taruh pada rak.
b.      Masing-masing tabung ditetesi dengan larutan benedick dan kocoklah.
c.       Siapkan pembakaran spiritus
d.      Jepitkanlah tabung reaksi dengan penjepit tabung reaksi lalu panaskan dengan posisi miring, secara perlahan, diputar-kan disekitar api spiritus dan amati perubahan warna yang terjadi.
e.       Catatlah hasil pada tabel pengamatan.
f.       Jenis makanan apakah yang dapat diidentifikasi dengan menggunakan larutan benedick dan perlakuan pemanasan tersebut? (bahan makanan yang mengandung glukosa akan berwarna merah bata)

3.      Uji Amilum
a.       Sediakan tabung reaksi dengan jumlah sebanyak bahan makanan yang akan diuji dan isilah tiap tabung dengan makanan yang akan diuji kemudian beri tabel dan taruhlah dpada rak tabung reaksi.
b.      Tetsei tiap tabung dengan larutan iodium sebanyak lima tetes.
c.       Amati perubahan warna yang terjadi. Kemudian kocok dan amati perubahan warna yang terjadi. Catatlah!
d.      Tabung manakah yang menunjukkan perubahan warna?
e.       Jenis makanan manakah yang menunjukan perubahan warna dengan menggunakan larutan iodium? (bahan makanan yang berwarna biru tua atau hitam mengandung karbohidrat (amilum))

4.      Uji Lemak
1.      Sediakan selembar kertas buram
2.      Gosoklah sejumlah kecil dari tiap jenis bahan yang akan diuji.
3.      Tandailah kertas tadi dan arahkan pada sinar matahari/dekatkanlah pada pemanas spiritus, amati pada bagian yang mengandung nutrien.
4.      Jenis makanan apakah yang terdapat pada kertas tersebut? (bahan makanan yang mengandung lemak akan menunjukan adanya bekas olesan yang tembus pandang/transparan)










BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A.   hasil pengamatan

No
Bahan Makanan
Perubahan warna
Noda pada kertas
Keterangan
Lugol
Benedick
Biuret
1
Tahu
kuning
ungu
ungu
tidak transparan
2
pisang
hitam
Merah bata
biru
transparan
3
Roti tawar
Ungu pekat
Merah bata
ungu
tidak transparan
6
Air gula pasir
Kuning
Merah bata
ungu
tidak transparan
5
kuning telur
orange
kuning kecoklatan
ungu
transparan
4
putih telur
Kuning
Kuning kecoklatan
Ungu
transparan


1.      Jenis makanan yang mengandung Protein :
a.       Tahu
b.      Roti tawar
c.       Putih telur
d.      Kuning telur

2.      Jenis makanan yang mengandung amilum :
a.       Pisang
b.      Roti tawar

3.      Jenis makanan yang mengadung lemak :
a.       Putih telur
b.      Pisang

4.      Jenis makanan yang mengandung glukosa :
a.       Air Gula pasir
b.      Pisang
c.       Roti



B.   Pembahasan
Tahu
·         Saat Tahu ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi kuning itu menandakan tahu tidak mengandung amilum.
·         Saat Tahu ditetesi dengan benedict berubah warna menjadi ungu itu menandakan tahu tidak mengandung glukosa.
·         Saat tahu ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi ungu, itu menandakan tahu mengandung protein.
·         Tahu mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, tidak transparan.
Pisang
·         Saat pisang ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi hitam itu menandakan pisang mengandung amilum.
·         Saat pisang ditetesi dengan benedict berubah warna menjadi merah bata itu menandakan pisang mengandung glukosa.
·         Saat pisang ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi biru bata itu menandakan pisang mengandung protein.
·         Tepung mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, transparan.
Roti tawar
·         Saat roti tawar ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi ungu pekat itu menandakan roti tawar mengandung amilum.
·         Saat roti tawar ditetesi dengan benedict berubah warna menjadi merah bata itu menandakan roti tawar mengandung glukosa.
·         Saat roti tawar ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi ungu  itu menandakan roti tawar mengandung protein.
·         Roti tidak mengandung lemak karena ketika diuji di kertas, tidak transparan.
Telur (putih telur / kuning telur)
·         Saat telur ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi kuning itu menandakan telur tidak mengandung amilum.
·         Saat telur ditetesi dengan benedict berubah warna menjadi kuning kecoklatan itu menandakan telur tidak mengandung glukosa.
·         Saat telur ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi ungu itu menandakan telur mengandung protein.
·         Telur mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, transparan.
Air gula
·         Saat air gula ditetesi dengan lugol berubah warna menjadi kuning itu menandakan air gula tidak mengandung amilum.
·         Saat telur ditetesi dengan benedict berubah warna menjadi merah bata itu menandakan air gula mengandung glukosa.
·         Saat air gula ditetesi dengan biuret berubah warna menjadi biru itu menandakan air gula tidak mengandung protein.
·         Air gula tidak mengandung lemak kerena ketika diuji di kertas, tidak transparan.
BAB V
PENUTUP

A.   KESIMPULAN

         Telur (putih telur dan kuning telur), roti, dan  tahu mengandung protein karena ketika ditetesi biuret berwarna ungu.
         Telur (putih telur dan kuning telur) dan pisang mengandung lemak karena ketika diuji di kertas, transparan.
         Pisang, air gula, dan roti mengandung glukosa karena ketika ditetesi benedict berwarna merah sampai merah bata.
         Roti dan pisang mengandung amilum karena ketika ditetesi lugo berwarna biru sampai biru tua.



B.   SARAN

1.      Sebaiknya tempat yang dipakai untuk proses uji makanan dicuci dahulu sebelum digunakan kembali, karena jika belum dicuci akan merusak hasil pengamatan berikutnya.
2.      Makanan yang dihaluskan harus benar-benar halus dan lembut supaya pada saat uji makanan larutan yang dipakai untuk mengetahui kandungan zat dapat tercampur dengan sempurna.
  
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

-          Bukupaket penerbit Erlangga kelas XI, (D. A Pratiwi, Sri Maryati, Srikini, dkk)
www.wikipedia.com/zat.makanan



0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites