Minggu, 25 Maret 2012

Laporan Praktikum Kimia Elektrolisis





       I.            Tujuan          
Mempelajari Reaksi Elektrolisis Larutan
    II.            Alat dan bahan
Alat                                                     Bahan
1.      Statif                                       1. Larutan NaCl
2.      Klem                                       2. Larutan KI
3.      Pipa U                                     3. Larutan AgNO3
4.      Kabel                                       4. Larutan CuSO4
5.      Elektroda karbon                    5. Indikator PP
6.      Batu baterai

 III.            Langkah kerja
1.      rangkai alat seperti pada gambar
2.      makan larutan NaCl pada pipa U ±setinggi 2 cm dibawah mulut pipa.
3.      Tambahkan 2 tetes indicator PP pada kedua mulut pipa U
4.      Masukkan elektroda ke dalam mulut pipa U, amati apa yang terjadi di anoda dan katoda.
5.      Dengan cara yang sama ganti lautan dengan NaCl dengan berturut-turut larutan KI dan larutan CuSO4

 IV.            Langkah kerja
1.      Rangkai alat seperti pada gambar










2.      Masukkan larutan NaCl pada pipa U ±setinggi 2 cm dibawah mulut pipa.
3.      Tambahkan 2 tetes indicator PP pada kedua mulut pipa U
4.      Masukkan elektroda ke dalam mulut pipa U, amati apa yang terjadi di anoda dan katoda.
5.      Dengan cara yang sama ganti lautan dengan NaCl dengan berturut-turut larutan KI dan larutan CuSO4




    V.            Dasar Teori
Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah electrode, elektrolit, dan sumber arus searah. Electron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi.
Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi. Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda dari spesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut.
·         Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial reduksinya
terbesar.
·         Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial oksidasinya
terbesar.
Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:
1. Elektrolisis larutan elektrolit.
2. Elektrolisis larutan non elektrolit.
Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
§  Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas (Au).
§  Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag).
Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu:
1.     Elektrolisis larutan dengan elektroda inert
2.     Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif
3.     Elektrolisis leburan dengan elektroda inert
Pada elektrolisis, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.
Hukum faraday pertama tentang tentang elektrolisis menyatakan bahwa “jumlah perubahan kimia yang dihasilkan sebanding dengan besarnya muatan listrik yang melewati suatu elektrolisis”. Hukum kedua tentang elektrolisis menyatakan bahwa : “Sejumlah tertentu arus listrik menghasilkan jumlah ekivalen yang sama dari benda apa saja dalam suatu elektrolisis”





 VI.            Tabel pengamatan
Larutan
Anoda
katoda
NaCl
Warna Tidak berubah, gelembung
Warna berubah menjadi ungu
Tidak terdapat gelembung
CuSO4
terdapat gelembung
elektroda menipis
Warna berubah agak coklat
Elektroda menebal (dilapisi Cu/penyepuhan)
KI
Warna berubah jadi kuning
Tidak muncul gelembung

Tidak berubah warna
Muncul gelembung

NaCl                   Na + Cl
Reaksi katoda : 2H2O(l) + 2e                2OH-(aq) + 2H2  (g)
Reaksi anoda : 2Cl- (aq)                      Cl2 + 2e
Reaksi sel : 2H2O + 2Cl-                     2OH- +H2 + Cl2

CuSO4                                     Cu 2+ + SO4 2-
Reaksi Katoda  : Cu2+ +2e                   Cu
Reaksi Anoda  : Cu                   Cu2+ + 2e
Reaksi sel    : Cu                Cu


KI                     K+ + I-
Reaksi katoda : 2H2O +2e                                         H2 + 2OH-
Reaksi anoda : 2I-                      I2 + 2e
reaksi sel : 2H2O + 2I-                H2 + I2 + 2OH-


NaCl terjadi rekasi elektrolisis terbukti dari E sel bernilai positif
E sel = -0,83 – (-1,3)
= + 0,53
CuSO4 terjadi reaksi elektrolisis terbukti juga dari nilai E sel (+)
E sel = 0,34 – (-0,34)
= 0,68
KI tidak terjadi
E sel = - 0,83 – (- 0,54 )
= - 0,29

VII.            Kesimpulan
1.      Pada elektrolisis larutan NaCl dengan kation N+, yang mengalami reduksi ialah air, bukan ion Na+.
2.      Pada elektrolisis larutan CuSO4 dengan kation(Cu) ion Cu 2+ mengalami reduksi.
3.      Pada elektrolisis larutan KI ,dengan elektrode grafit terjadi oksidasi pada ion I-.

sumber:http://siklusrantai.blogspot.com



0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites