Minggu, 18 Maret 2012

Teks Pidato Tentang Kebudayaan

*pidato kebudayaan

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yth. Ibu Sri Wahyuni selaku guru bahasa Indonesia serta teman - teman yang berbahagia. Puji syukur kehadirat Tuhan YME karena atas limpahan karunia-Nya sehingga pada pagi hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan bahagia, Amin.
Hadirin sekalian,
Sebagaimana kita ketahui, kebudayaan Indonesia terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, yang memiliki puluhan atau bahkan ribuan kebudayaan yang merupakan warisan dari nenek moyang kita dan memiliki karya akan seni. Banyak bangsa asing yang kagum dan ingin untuk mempelajarinya. Salah satu kebudayaan Indonesia yang telah mendunia adalah batik. Batik telah melegenda. Saat ini, batik telah mendapatkan sorotan dari generasi muda Indonesia, seperti adanya “Batik Day”. Hal ini sangatlah baik untuk kelangsungan budaya batik itu sendiri. Selain batik, masih banyak kain - kain yang tidak kalah indah seperti kain tenun, kain ulos, kain songket, dll.
Hadirin yang berbahagia,
Selain itu, kebudayaan Indonesia lain adalah tari daerah. Tarian Indonesia tidak kalah eksotis dan gemulai dibanding tarian dari negara lain. Banyak sekali wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia hanya untuk melihat tarian kita. Sekarang ini, tarian di Indonesia sudah mulai terlupakan. Kebanyakan remaja lebih memilih untuk menari hip hop atau dance. Hal ini sungguh sangat disayangkan, betapa kagumnya bangsa asing terhadap tarian yang kita miliki, tetapi kita sebagai anak bangsa justru menganggap tarian tersebut sudah ketinggalan zaman. Contoh lainnya bahasa Jawa yang kita gunakan sehari - hari sudah mulai terkikis oleh zaman. Mengapa saya berkata demikian? Karena kita bisa membuktikan kepada remaja - remaja zaman sekarang yang sebagian dari mereka tidak bisa berbahasa Jawa, terutama Kromo Inggil. Mereka lebih senang/memilih bahasa gaul karena mereka menganggap sudah kuno.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Ada persoalan yang lebih miris yaitu kebudayaan kita diam - diam diklaim oleh negara lain sebagai kebudayaan mereka. Seperti Reog Ponorogo, Angklung, Batik, Tari Pendet yang muncul di iklan salah satu televisi negara tetangga. Hal ini membuktikan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia kurang peduli dengan budaya yang seharusnya kita lestarikan justru kita abaikan. Oleh karena itu, marilah kita lestarikan budaya kita agar tidak terjadi lagi pencaplokan oleh bangsa asing.
Demikian pidato dari saya, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat bagi kita semua. Apabila selama penyampaian tardapat hal - hal yang tidak pas dan tidak berkenan dihati ibu guru dan teman - teman mohon dimaafkan. “Kenali budaya kita, Cintai budaya kita, Cintai Indonesia!!”

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


3 komentar:

makasih ya Teks Pidatonya..
visit balik ya..

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites